THP 47

THP 47 adalah sekumpulan mahasiswa yang mengambil jurusan Teknologi Hasil Perairan di Institut Pertanian Bogor 2010. Sebelumnya jumlah mahasiswa 47 lebih dari 80 orang tapi ketika memasuki departemen teman-teman ada yang keluar karena sudah mendapatkan PTN yang mereka mau dan akhirnya jumlah mahasiswa THP 47 sekarang sebanya 76 orang. Menurut saya, teman-teman di THP 47 ini unik-unik. ada yang pendiam, ada yang berisiknya naujubileh, ada yang suka olahraga, pinternya ga ketulungan dan pokoknya khas-kas lah. sukses terus di TPH. We’ll survive in here and be The Best amiiiin :)

Bekasam : produk pengolahan hasil perairan

PROSES FERMENTASI BEKASAM IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENGAWETAN PRODUK PERIKANAN
oleh Febri Tri Vonistara, Rury Diana Palupi dan Arvian Muhammad N

Bekasam merupakan produk olahan ikan dengan cara fermentasi menggunakan bakteri asam laktat dan kadar garam tinggi. Bekasam merupakan makanan khas Kalimantan Tengah yang bahan fermentasi pembuatan bekasam ialah samu (Riza 2008). Bekasam memiliki komposisi gizi yang cukup baik dan dikonsumsi sebagai pelengkap lauk pauk. Sayangnya, bekasam belum cukup dikenal sebagai produk fermentasi komersial seperti kecap ikan atau peda. Rasa bekasam yang asam dan asin membuat produk ini memiliki rasa cita khas yang tidak dimiliki oleh produk olahan lainnya. Pembuatan bekasam dapat dijadikan salah satu alternatif pengolahan bahan pangan sehingga umur simpan pangan dapat lebih lama. Bekasam yang telah dibumbui dan digoreng dapat memiliki umur simpan yang relatif lama dalam suhu kamar. Dengan cara pengolahan dan penyimpana yang baik, bekasam dapat disimpan berbulan-bulan tanpa mengalami banyak penurunan mutu (Settiadi 2001).
Bekasam dihasilkan melalui proses fermentasi oleh bakteri asam laktat. Sebelumnya, ikan segar bahan bekasam dibersihkan sisik dan isi perutnya, kemudian direndam terlebih dulu dalam larutan garam 15% selama dua hari (48 jam), tanpa boleh kena udara terbuka. Setelah dicuci dan ditiriskan, ikan bergaram ini dibubuhi sumber bakteri asam laktat dan sumber karbohidrat tambahan (misalnya nasi atau tape). Kemudian disimpan di dalam wadah yang tertutup rapat selama sekurang-kurangnya seminggu, agar berfermentasi. Salah satu jenis ikan yang biasa dibuat bekasam adalah ikan sepat rawa.

Cara pembuatan fermentasi bekasam dapat dilihat dalam uraian skema berikut ini:

Riza F. 2008. Analisis Deskriptif Bekasam Ikan Kembung dengan penggunaan Samu dan Samu Ketan Putih. Jurusan teknologi Industri Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang.
Setiadi N. 2001. Mempelajari Penggunaan Cairan Pikel Ketimun sebagai Sumber Bakteri Asam Laktat pada Pembuatan Bekasam Ikan Tawes (Puntius javanicus). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.